Translate

Riwayat Hidup Al-Kindi

Nama lengkapnya ialah Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq Bin Sabbah bin Imran bin Ismail al-Ash'ats bin Qais Al-Kindi.  Al-Kindi dinisbatkan pada salah satu suku besar Arab pra-Islam, yaitu suku Kindah. Al-Kindi ialah keturunan orang terkenal di sukunya. Kakeknya yang bernama Al-Ash'ats bin Qais dianggap sebagai salah satu seorang sahabat Rasulullah SAW, sementara ayahnya yang bernama Ishaq as-Sabbah pernah menjabat sebagai Emir Kufah pada masa pemerintahan Al-Mahdi, Al-Hadi dan Ar-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah. Dari segi nasab, Al-Kindi masih keturunan Yaq'rib bin Qatham yang berasal dari daerah Arab Selatan, dan dikenal sebagai raja daerah Kindah

Tahun kelahiran Al-Kindi belum dapat diketahui secara pasti. Jelasnya ia hidup dibawah kepemimpinan lima khalifah dari Dinasti Abbasiyah. Beberapa ahli kemudian bersepakat tentang hari kelahirannya yaitu dengan menyebut tahun 801 M. Namun Al-Kindi hidup pada masa Dinasti Abbasiyah di bawaah kepemimpinan lima khalifah yaitu Al-Amin ( 809-813 ), Al-Makmun ( 813-833 ),Al-Mu'tashim ( 833-842 ), Al-Watsik ( 842--847), Al-Mutawakkil ( 847-861 ).

Dengan demikian,sesungguhnya Al-Kindi hidup pada masa keemasan Islam. Masa.kejayaan Islam di Baghdad dimulai sejak era khalifah al-Mansur dan mencapai puncaknya pada era Harun ar-Rasyid dan Al-Makmun. Keduanya berhasil membawa islam pada puncak kejayaan yang ditandai oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Puncak kejayaan Islam paada era keduanya lebih dikenal sebagai masa keemasan Islam. Salah satu hal yang menjadi kebijakan khalifah ialah penerjemah karya-karya Yunani ke dalam Islam.

Sebenarnya gerakan penerjemahan sudah dimulai pertama kali pada masa Al-Mansur, yaitu pada awal abad ke 8 M. Khalifah Al-Mansur merupakan khalifah Dinasti Abbasiyah yang berhasil membawa Islam memasuki era kejayaannya di kota Baghdad. Adapun karya pertama yang diterjemahkan pada masa itu ialah karya-karya Aristoteles, seperti Categories,Hermeneutica, dan Analytuca Apriora. Kemudian gerakan penerjemahan terus digalakkan pada era Harun ar-Rasyid. Pada masa ini beberapa karya Yunani yang diterjemahkan ialah De Anima,Book of Animals, Analytica Posteriora karya Aristoteles. Dan gerakan penerjemahan mencapai masa masa keemasan pada era Al-Makmun putra kedua Harun ar-Rasyid.

Masa pemerintahan Al-Makmun juga dikenal sebagai masa keemasan Islam. Pada saat itu, Al-Makmun menetapkan kebijakan resmi bagi aktivitas " pengarahan" karya-karya filsafat, sains, dan kedokteran Yunani. Dan, untuk mensukseskan dan "gerakan penerjemahan" itu, Khalifah Al-Makmun kemudian mendirikan Baitul Hikmah ( rumah kebijaksanaan )pada tahun 830 M. Fungsi baitul hikmah ialah sebagai perpustakaan dan institut penerjemahan.

Karena masa keemasan Islam terjadi pada era Al-Makmun, sudah disimpulkan bahwa Al-Kindi hidup pada masaa kegemilangan Islam. Tidak heran jika ia dijuluki "Filsuf Arab Pertama". Sebab ia telah memberikan sumbangan yang sangat besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan Islam melalui penerjemahan karya-karya Yunani.

Al-Kindi turut aktif dalam gerakan penerjemahan karya-karya Yunani ke dunia Islam. Selain menerjemahkan karya-karya Yunani, ia juga   memperbaiki terjemahan-terjemahan sebelumnya yang dianggap kurang baik. Maka, berkat keahlian dan keluasan pandangannya itu, Khalifah Al-Makmun menganggapnya sebagai guru di baitul hikmah. Pada era selanjutnya, Khalifah al-Mu'tasim khalifah sesudah Al-Makmun  mengangkatnya sebagai guru bagi putranya yang bernama Ahmad dan sebagai ahli agama di istana.

Al-Kindi telah menerjemahkan banyak karya Aristoteles dan beberapa pemikir Yunani lainnya. Diantara karya yang berhasil ia diterjemahkan ialah Metaphysica, Poetica and Hermeneutica karya Aristoteles, Geography karya Ptolemy, Isagoge karya Porphyry, dan lainnya. Selain menerjemahkan karya-karya Yunani, ia juga memberi.komentar terhadap buku-buku Aristoteles, seperti Analytica Posteriora, Sophistica Elenchi, dan The Categories. Oleh karenanya Al-Kindi sering disebut sebagai pelopor bagi penerjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa Arab pada masanya.

Dalam suasana yang penuh pertentangan agama dan madzhab, serta dibanjiri oleh paham golongan Mu'tazilah dan ajaran-ajaran syiah, Al-Kindi tetap konsisten mengkaji beragam ilmu, terutama filsafat. Pemikiran-pemikirannya banyak terpengaruh oleh pemikiran Aristoteles,terutama di bidang sains dan psikologi. Akhirnya dengan sumbangan besar itu ia dikenal sebagai " Filsuf Arab Pertama ". Sebab ia menjadi perintis bagi penetrasi filsafat ke dunia Islam. Selain itu julukan tersebut juga karena ia merupakan filsuf pertama dari keturunan Arab,padahal kebanyakan filsuf pada waktu itu berasal dari persia turki dan berber

0 Response to "Riwayat Hidup Al-Kindi"

Posting Komentar