Al Farabi bernama lengkap Abu Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Auzalagh. Ia di lahirkan di Distrik Farab, tepatnya di sebuah tempat bernama Wasij. Distrik Farab saat ini dikenal dengan kota Attar atau Transoxiana,Turkistan. Al-Farabi dari lahir dari rahim seorang wanita kebangsaan Turki pada tahun 257/870 M. Sementara itu, ayahnya Muhammad Auzalagh, berasal dari Persia. Sang ayah ialah seorang panglima perang Persia yang menetap di Damsyik. Jadi Al-Farabi ialah keturunan Persia dan Turki.
Meskipun keturunan Persia dan Turki, tetapi Al-Farabi tetap mengikuti garis ayahnya sesuai dengan tradisi masyarakat Arab. Nama Al-Farabi misalnya diambil dari tempat kelahirannya yaitu kota Distrik Farab. Pada abad pertengahan orang-orang Latin mengenalnya dengan sebutan Abu Nasrh (Abunaser )
Dalam jajaran para filsuf muslim, Al-Farabi menempati urutan kedua setelah Al-Kindi. Al-Kindi dikenal.sebagai tokoh pertama yang merintis falsafah di dunia Islam sehingga julukan nya ialah filsuf pertama. Sementara itu, Al-Farabi dikenal sebagai pelopor moderasi antara falsafah dengan wahyu.
Pada masa Al-Farabi, Dinasti Abbasiyah dipimpin oleh khalifah al-Mu'tadid yang berkuasa dari 870 sampai 892 M. Ketika itu,kondisi negara sedang dipuncak gejolak, pertentangan, dan pemberontakan. Dapat dikatakan, Al-Farabi melewati masa remaja dalam kondisi yang penuh gejolak, terutama dalam bidang politik. Situasi politik Abbasiyah tidaklah stabil. Bahkan, periode pemerintahan Al-Mu'tadid merupakan periode yang paling kacau
Salah satu kekacauan yang terjadi pada masa Al-Mu'tadid ialah pecahnya pemberontakan yang dilatarbelakangi oleh berbagai hal, mulai dari agama,dan materi ( kebendaan ). Dikalangan putra mahkota pun terjadi kekacauan banyak putra penguasa lama yang berusaha merebut kembali wilayah dan kekuasaan nenek moyang mereka
Perlu diketahui Al-Farabi ialah sosok pendiri. Ia suka merenung. Ada yang menduga bahwa ia memilih berkhalwat lantaran kacaunya situasi politik pada masanya. Kekacauan itu memberikan kontribusi besar bagi pemikirannya kelak. Ia justru dapat memikirkan dan mencari pola kehidupan bernegara serta bentuk pemerintahan yang ideal. Tidak heran apabila ia juga terkenal dengan pemikirannya tentang politik dan negara
Perihal pendidikannya, Al-Farabi menghabiskan masa remaja di Farab yang mayoritas penduduknya bermadzhab Syafi'i. Di kota kelahirannya itu ia berhasil merampungkan pendidikan dasar. Sejak kecil ia sangat suka belajar. Dan secara khusus, ia memiliki kecakapan yang luar biasa dalam bidang bahasa. Alhasil ia menguasai lebih dari dua macam bahasa diantaranya bahasa Iran, Turkestan, dan Kurdistan.
0 Response to "Riwayat Hidup Al-Farabi ( Ilmuan Muslim Serbabisa )"
Posting Komentar